Tampilkan postingan dengan label peralatan ternak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peralatan ternak. Tampilkan semua postingan

Membuat Tempat Minum Ayam Dari Botol Bekas

Selamat pagi sahabat ternak dimanapun anda berada.
Menindaklanjuti postingan di grup fesbuk saya yaitu membuat tempat minum dari botol bekas, akhirnya saya tulis saja disini tentang bagaimana pembuatannya.
Memang, tempat minum ayam merupakan sarana yang sangat penting bagi budidaya ayam. Karena, dengan adanya peralatan peternakan yaitu tempat minum yang praktis, mudah, dan murah, beternak menjadi menyenangkan dan tidak melelahkan.
Banyak sekali model tempat minum ayam yang ada dipasaran. Mulai dari harga yang paling murah sampai yang otomatis modern tersedia disana. Tinggal kita mau yang mana tentunya akan kita sesuaikan dengan kantong dan kapasitas ternak kita.
Kalo kita memelihara ayam dengan kapasitas yang besar tentunya kita harus menyediakan tempat minum yang praktis, modern dan kalo bisa otomatis. Hal itu penting karena akan menghemat tenaga dan waktu kita. 
Lain halnya jika kita hanya memelihara dengan kapasitas kecil saja. Tentu tempat minum yang sederhana saja sudah cukup. Yang penting, kalo bisa tempat minum tersebut selalu bersih dan praktis.
Berikut cara pembuatan tempat minum ayam dari botol bekas air mineral :
Perlu kita ketahuai terlebih dahulu, bahwa tempat minum ini cocoknya digunakan untuk pemeliharaan DOC atau bibit ayam. Karena yang kita gunakan disini adalah botol bekas kecil. Jika untuk kapasitas peternakan yang lebih besar, bisa kita gunakan galon. Yang penting, cara pembuatannya prinsipnya adalah sama.

Siapkan 2 Botol Bekas

Potong Salah Satu Botol, Ambil Bagian Bawah Saja

Bagian Bawah Yang Dipotong, Dibuat Lubang Untuk Kapala Ayam Minum


Botol Yang Utuh Dibuat Lubang Kecil Untuk Keluar Air


Botol yang utuh diisi minum dulu, setelah itu satukan dan dibalik.
Selamat membuat, semoga bermanfaat.


Modifikasi Tempat Pakan

Pagi ini saya bangun terlalu pagi.. Hehe..Alhamdulillah dong.. Bisa berdoa tepat waktu, bisa bikin teh panas dan juga bersih- bersih kamar sebentar.
Karena pagi ini saya harus ke stasiun untuk jemput saudara saya yang naik kereta.
Setelah minum teh sebentar akhirnya saya ke stasiun. Kebetulan jadwal keretanya tepat waktu. Jadi jam 6 pagi saya sudah dirumah lagi.
Terdengar ayam dikandang udah pada ribut. Maklum, pagi telah bersinar terang, sedangkan kandang doc ayam kub saya masih saya tutup kardus. Wajar, para penghuninya udah ribut jadinya suaranya piyek piyek.. Hehehe.. Maklum doc suaranya emang gitu.
Setelah kardus yang sengaja saya tutupkan di kotak ayam bambu terbuka, langsung saja saya kasih makan sisa nasi tadi malam. Sayang kan klo saya buang. Sedangkan ayam sangat menyukainya.
Ini yang membedakan doc ayam kub dengan ayam lainnya.
Boleh coba sendiri klo tidak percaya, ayam kub itu sifat alaminya rakus banget makannya. Apa-apa doyan, dan selalu menyantap pakan dengan cepat sekali.
Beda dengan ayam yang lain, masih ada rasa malas, manja dalam soal makanan. Untuk ayam kub tidak. Apapun doyan.
Tempat pakan ayam saya sisa ternak saya periode kemarin. Daripada beli lagi, lebih baik saya pakai lagi.
Tapi saya merasa tempat pakan saya kurang representatif. Pakan masih tumpah dan kapasitas terlalu kecil. Saya ingin yang praktis dan inovatif. Makanya saya modifikasi sendiri.
Untuk bisa memuat banyak, tabung bisa kita pakai peralon. Dan agar pakan tidak tumpah bisa kita tambahin penghalang kawat.
Berikut penampakannya. Untuk hasilnya, silahkan coba sendiri :)